Ada saatnya nanti ketika embun memahami kesejukan.
namun tidak pada keheningan pagi
tidak pula pada sayup lembut angin laut
Tapi,
pada rentang waktu ketika embun mengerti
saat itu semua tidak membingungkan lagi.
Typeverything.com
Hair Typography by David Callow.
Kecuali pulang, hendak kemanakah dirimu saat merasa ada yang hilang. Selain pulang, kearah manakah aku berhenti bertualang.
Kau dan aku mungkin juga hanyalah pertemuan tak sengaja saat memilih pulang. Biarkan semua berjalan tanpa penghalang. Kita berjalan saling menunjuk alamat pulang. Semoga…
Ada saatnya nanti ketika embun memahami kesejukan.
namun tidak pada keheningan pagi
tidak pula pada sayup lembut angin laut
Tapi,
pada rentang waktu ketika embun mengerti
saat itu semua tidak membingungkan lagi.
“You don’t pay love back, you pay it forward” (Lily Hardy)
Bagi yang pernah menonton Film Pay It Forward yang di bintangi oleh Kevin Spacey, tentu mengerti akan konsep Pay It Forward. Bagi yang belum pernah menonton dan malas untuk meng-google akan saya jelaskan dengan singkat.
Pay it Forward adalah sebuah konsep dimana, kita membalas kebaikan tidak kepada yang melakukan kebaikan pada kita namun pada orang lain.
Sebuah konsep yang indah menurut saya. tidak ada penghambaan pada yang diberi juga tidak ada rasa tinggi hati oleh yang memberi. Membuat perbuatan baik dilakukan hanya dan hanya untuk menyebarkan kebaikan.
Bayangkan, bagaimana kemurnian itu bisa kita tolak?
Sebuah konsep dimana yang memberi dan diberi tidak lagi dibatasi oleh rasa sungkan. Pernah jika malu untuk bilang sering, kita merasa bingung untuk menolong lantaran kita merasa jika kita menolong kita akan di hakimi sebagai seseorang yang berharap kebaikannya di balas dan juga sebeliknya. Lihat betapa sayangnya, kebaikan terputus akibat asumsi yang sepele. prasangka yang dibentuk oleh diri kita sendiri.
Menjadi sebuah masyarakat yang begitu dingin, kaku. aliran aliran kebaikan terhenti, kalaupun tidak menjadi hutang budi yang pamrih.
Dibekukan oleh prasangka.
Dalam konsep Pay it forward, akan ada sebuah kebaikan yang tidak bertuan, yang begitu tulus yang akan terus berkelana, menyebar dan melipat ganda. membuat kesungkanan dalam tolong menolong terputus karena kita tahu, kebaikan yang kita lakukan yang kita terima semata mata untuk menyebarkan kebaikan, tidak lebih
Tafsirku hanya sebatas reka
pada tanya yang berubah rasa
pada kata yang mengandung asa
Pada sempadan kata aku mencoba berkata
betapa aku mencintaimu.
mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaimu harus menjelma aku
Bangun!
Sebab pagi terlalu berharga untuk kita lewati dengan tertidur.
Berjalan lebih jauh, menyelam lebih dalam, jelajah semua warna.
Bersama, bersama, bersama…
Kehidupan berhutang padamu
pada setiap kebahagian yang tidak bisa lagi teman-temanmu lewati bersamamu
pada setiap harapan yang masih menggantung di langit-langit berbintang yang tidak bisa lagi kamu raih
pada setiap detik yang terengguh dari kehidupan muda mu
Semoga dia membayarnya dengan kenangan-kenangan manis yang selalu diingat oleh teman-temanmu
dengan harapan setinggi bintang yang menginspirasi teman-temanmu untuk bisa direngkuh
dengan setiap sisa detik yang belum terengguh ini, untuk mendoakanmu
Maaf Sas, karena aku tidak mengenalmu dengan baik, hanya lewat sapa dan sedikit canda.
…
Lalu ia tahu perempuan itu tak akan menangis. Sebab bila esok pagi pada rumput halaman ada tapak yang menjauh ke utara, ia tak akan
mencatat yang telah lewat dan yang akan tiba, karena ia tak berani
lagi.…
Asmaradana, Goenawan Mohamad