Dosen Tutor kimia dasar saya pernah bilang, ’ Jangan pernah kalian membuat suatu paradigma pada suatu masalah, karena itu akan membingkai pemikiran kalian sehingga, setiap informasi yang masuk sudah terkotak kotak, dan terdistorsi sehingga kalian menerima informasi yang sudah terperangkap dalam paradigma yang tercipta (kira-kira demikian)’.
Ya, saya super setuju dengan pernyataan itu. pengotak kotakan adalah penafsiran informasi secara prematur. Sadar atau tidak kita sering ber-deduktif pada suatu kerangka kejadian tanpa mau repot repot membuka mata dan melihat keutuhan isinya.
Seperti anak punk (yang tidak punk, karena minta minta dijalan), kita terlanjur ter-hipnotis oleh pandangan publik, bahwa anak punk adalah sampah masyarakat yang kerja nya malak. Padahal kalau kamu mendalami kehidupan mereka, prasangka bahwa anak punk adalah preman mungkin akan berubah.
Tapi, saya tidak sepenuhnya menyalahkan kemampuan berdeduktif kita. kemampuan berdeduktif kita memang dirancang untuk cepat membaca situasi, sehingga kita tidak terperangkap dalam permasalahan. Kita mengumpulkan ‘pola-pola’ entah itu dari hasil mulut ke mulut atau dari pengalaman dan menyatukanya untuk membaca situasi. dalam permasalahan punk tadi, karena banyak anak punk yang malak maka kita menjadi berprasangka demikian.
Sekarang kita membahas tentang masalah Xenia yang booming itu.
Kalian tentu sudah banyak membaca atau mendengar cercaan dan makian yang ditujukan pada pengendara Xenia tersebut. Sejujurnya, hinaan itu sudah melampaui batas. Walaupun saya tidak menafikan korban jiwa yang terenggut dari kejadian tersebut, tapi siapa sih yang mau kejadian itu terjadi. terlepas dia dalam pengaruh obat obatan atau apapunlah, kejadian itu bukan kesengajaan. Saya mengakui bahwa dia salah, dan memang pantas di hukum, tapi apabila dasarnya tidak merujuk pada hukum yang adil serta di barengi tekanan massa, tolong mundur sedikit dan dingin kan kepala.
Sekali lagi, terlepas dari kondisi pengendara yang tidak pas untuk mengemudi, kejadian itu murni ketidak sengajaan. Orang mungki sudah melihat itu sebagai ketidaksengajaan, namun mengapa menjadi menggila dan tidak rasional? Opini bahwa dia memakai obat obatan terlarang sudah terlanjur menggelembung, membuat masyarakat menjadi geram. Karena, obat obatan terlarang selalu menjurus pada suatu frame negatif. frame ini menggiring orang, melihat bahwa si pengendara adalah orang jahat, dan pantas dihukum mati (saya mendengar jejak pendapat diradio).
Melihat permasalahan ini jangan lah dengan kepala panas, dan buru buru memvonis, hanya karena dia (konon) lagi fly. Hilangkan segala prasangka, dan secara logis membahas permasalahan ini sehingga keadilan dalam hukum dapat tercipta.