Ketika anjing bersuara lebih keras dari suaramu.
Tidak Selalu Politik
Pergerakan mahasiswa sering di ideintikan dengan demonstrasi. Saya tidak akan membantah itu, mahasiswa sudah terlanjur di beri label (atau bahkan melebelkan diri) sebagai tukang demo. Berbagai aksi demonstrasi di Indonesia menempatakan mahasiswa sebagai tokoh utama, mulai dari demo kelas teri sampai yang ngedudukin kantor DPR, mahasiswa ambil bagian.
Tapi, pergerakan mahasiswa tidak hanya terkungkung dalam pengartian yang sesempit itu. Pergerakan mahasiswa adalah judul bagi saya, kamu, dan kita untuk sebuah kegiatan yang memberi dampak bagi kemajuan Indonesia dan dunia. Dan yang harus ditekankan adalah, pergerakan mahasiswa tidak harus selalu masalah serius macam politik. Seni, Budaya, olahraga, apapun bidangnya, kamu dapat berkontribusi untuk Indonesia.
Pergerakan Mahasiswa
Pergerakan mahasiswa memiliki dua arah pergerakan. Pertama, pergerakan mahasiswa yang bersifat vertical, gerakan vertical adalah suatu komunikasi dengan pemerintahan untuk menjaga agar pemerintah tidak keluar jalur dalam tugasnya untuk mengayomi masyarakat. Saya sering memisalkan mahasiswa sebagai raksaksa, kakinya masih menginjak bumi dan kepalanya dapat melihat langit. Maksudnya adalah, kita dapat merasakan sendiri kondisi dibawah (masyarakat), dan mengetahui apa yang terjadi dilangit (pemerintahan). Nah pergerakan mahasiswa yang ini, sering kita sebut dengan demonstrasi, audiensi dan kawan-kawannya.
Pergerakan mahasiswa yang selanjutnya adalah pergerakan secara horizontal. pergerakan ini merupakan usaha langsung mahasiswa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pergerakan ini memiliki 3 tahap yaitu:
· Community service
Pada awalnya kita memberikan pelatihan dan bantuan yang bersifat langsung.
· Community Employment
Pada tahap ini masyarakat di beri kesempatan untuk bekerja dan menjalan kan secara mandiri fasilitas untuk menunjang kebutuhan mereka
· Community Development
Ketika masyarakat sudah bisa bekerja secara mandiri, tugas yang tersisa bagi kita adalah mengawasi dan membimbing sehingga dapat fasilitas tadi dapat berkembang lebih besar lagi.
Bentuk pengabdian ini membuat kita dapat langsung mengamati apa yang sebenarnya terjadi dan turun langsung menyelesaikanya.
Sama Pentingnya
Keduanya harus dilakukan secara merata, karena keduanya sama penting. Tapi kebanyakan orang hanya mau berkutat pada satu bidang saja, dan menganggap bidang yang lain sampah. Golongan horizontal begitu mendewakan gerakanya dan tidak sadar suatu saat akan terbentur yang namanya regulasi dan kondisi pemerintahan, sedangkan golongan vertical akan di cap sebagai biang onar banyak omong tanpa solusi.
“… That the powerful play goes on and you may contribute a verse. What will your verse be? “
(Dead Poet Society, Walt Whitman)
Sebagai mahasiswa dari Institut terbaik di Indonesia, dengan segala kemampuan dan isi otak yang entah sebesar apa, kita dituntut untuk menyumbangkan bait-bait terbaik yang pernah ada di sejarah Indonesia, bukan bait sampah, bukan hanya bunyi rima yang tidak berarti, tapi sekumpulan bait yang begitu indah dan begitu berarti, hingga waktu membeku dan mengawetkan namamu.
Sekarang adalah saat paling tepat untuk berkontribusi. Saat dimana kita masih independen dan pemikiran kita begitu murni, disaat tidak ada desakan pekerjaan yang menekan idealisme sehingga terlupakan, saat dimana kamu begitu muda untuk merasa lelah akan kegagalan.